RSS

katakan wahai sahabatku,

kali ini saya menulis tentang sahabat saya yg satunya.
inget nggak, saya jg pernah menulis tentang sahabat saya, Calm,
dan sekarang, saya menulis tentang sahabat terbaik saya juga, Meg,

baiklah,
cerita ini bukanlah fiktif belaka, tapi sebuah kisah nyata.

Entah, mungkin karena saya "cemburu" dengan dia yg sekarang lebih akrab dengan sobatnya yg baru.
tak pernah terpikir dan terbayang oleh saya, ternyata sobatnya itu orang yg sama dengan orang yg selalu menjadi pembanding dengan saya.
sebelumnya, saya memang dibanding-bandingkan dengan sobatnya itu, tp bukan dia yg membandingkan, melainkan seorang laki-laki yg sempat saya cintai.
dan ketika saya 'putus hubungan' dengan laki-laki itu, saya merasa, posisi saya tergantikan oleh sobatnya.
oke, itu cukup bagi saya untuk bersedih dan sakit hati.
tapi cukup saja sampai di situ, karena saya tidak akan mengambil tindakan lebih jauh.
Sedangkan berbeda masalah dengan sahabat terbaik saya ini, saya kembali merasa, posisi saya disampingnya tergantikan oleh sobatnya ini.
Saya tidak akan menyalahkan ataupun menyudutkan sobatnya itu.
justru karena hal ini, saya merasa amat sangat kurang!!
jadi memang benar, bila saya dibandingkan dengan sobatnya itu, saya akan kalah telak!
bahkan laki-laki yg sempat saya cintai itu sendiri yg mengaku 'mendapatkan rasa nyaman di dia, tapi tidak di saya'
saya amat terpukul dengan pernyataan itu.
Dan sekarang ditambah lagi, sahabat terbaik saya dekat dengan sobat itu. dan dia mendapatkan apa yg tidak dia dapatkan pada diri saya, terutama perhatian lebih dan kenyamanan, ada disaat dia membutuhkan seorang sahabat, selalu mendukung dan siap menjadi sandarannya, hal-hal itu lah yg tidak dia dapatkan di saya. meskipun, saya sudah berusaha maksimal memberikan semua yg terbaik untuk sahabat saya itu, tapi nyatanya, sekarang dia berpaling ke sobat itu yg 'lebih' dari saya.
Maka tak heran jika saya berkesimpulan sendiri, diri saya amat kurang, dan memang benar, bila dibandingkan sobat itu, saya kalah telak! menyedihkan T______T

Tak tahukah wahai sahabat terbaikku,
saya sungguh menyayangimu, menyayangimu karena Alloh Ta'ala,
ini terbukti, bahwa sampai detik ini juga, saya masih memikirkanmu.
masih memikirkan bagaimana caranya agar saya bisa bersahabat baik lagi denganmu seperti dulu, berkumpul dan bercengkerama bersama bertiga. karena sekarang, Jantung kita tak sempurna, tinggal tiga bagian. haruskah jantung kita benar-benar cacat dan rusak selamanya???
Dan karena kamu sahabat terbaik saya, bersama sahabat kita yg satunya lagi, meskipun saya juga sakit hati melihat kamu yg sekarang lebih dekat dengan sobatmu itu, tapi saya tetap memikirkan persahabatan kita, masih mau berpikir jalan keluar terbaik untuk kita, dan masih berharap walo harapan itu hanya 10% untuk kita bertiga kembali bersama.
Bisakah jantung yg tinggal tiga bagian itu tetap bisa menjalankan fungsinya??ato malah mati T.T, ini yg tidak saya harapkan terjadi T.T

Katakan, apa yg harus saya lakukan untuk memutar keadaan seperti semula, katakan??
tidak kah kau mengingat dan mengenang saat-saat kita bertiga bersama?
berharap ada keajaiban terjadi di sini.

Maaf, saya tidak sempurna,
maaf, saya belum bisa menjadi sahabat terbaik untukmu,
maaf, saya tak ada di saat kamu membutuhkan saya,
maaf, mungkin kata maaf saja tak cukup untuk memutar keadaan seperti semula.

~mian hae Megggg~
T_____T

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar